Kamis, 20 Juni 2013

Kecerdasan dan kepintaran.........


Gampang mengucapkan, sangat sulit melakukan. Tapi bukan tidak mungkin.....
Mungkin kebanyakan orang agak bingung membedakan antara cerdas dan pintar/pandai. Bagi saya seseorang dikatakan cerdas jika ia mampu bertindak secara tepat. Mengapa mesti bertindak secara tepat bukan benar? Kebenaran sangat tergantung dengan personalnya. Namun bukan yang disebut kebenaran mutlak. Inipun jika orang sudah memahami esensi kehidupan.

Suatu tindakan yang tepat sangat dipengaruhi keadaan saat itu. Misal, seseorang dikatakan benar dalam melakukan pembunuhan jika ia berprofesi sebagai tentara dan saat ia melakukan pembunuhan dalam suasana peperangan. Namun jika seseorang melakukan pembunuhan dengan alasan membela agama, ini tidak tepat. Karena agama tidak mengajarkan hal itu, pembunuhan. Yang diajarkan adalah mengasihi sesama dan memelihara kehidupan.

Seseorang yang berprofesi sebagai tentara memiliki tugas membela negara. Dan untuk itu ia tidak memiliki pilihan lain kecuali berperang di saat negara dalam ancaman bahaya. Di medan pertempuran hanya ada dua pilihan, membunuh atau dibunuh waktu berlangsung pertempuran. Namun tentara yang sama jika melakukan pembunuhan bukan dalam suasana perang, ia bisa dihukum. Karena ia melakukan tindakan yang tidak tepat.
Ketepatan bertindak inilah yang saya maksudkan dengan kecerdasan. Lain halnya dengan pintar atau pandai. Seseornag yang pintar/pandai sering menggunakan kepintarannya untuk melakukan perbuatan yang menguntungkan kelompok, golongan maupun diri sendiri. Ia akan menghalalkan segala cara untuk memenangkan kelompoknya. Jadi kelompok pintar ini lebih mementingkan kemenangan kelompoknya, walaupun mesti melakukan tindakan yang berlawanan dengan peraturan dan kemanusiaan.
Mereka yang cerdas memahami benar tindakannya. Mereka bertindak secara responsif bukan reaktif.

Cerdas dalam kehidupan berarti memahami tujuan kelahiran. Mengapa mesti lahir dan apa perannya? Setiap manusia yang lahir di bumi ini memiliki tujuan yang satu dan sama, hidup abadi. Kematian badan tidak mengakhiri kehidupan. Yang musnah hanya sebatas badan. Cara berpikir dan jiwanya tetap hidup. HIdup secara cerdas berarti bisa hidup selaras dengan alam. Karena ia sadar betul bahwa dirinya tidak bisa terpisah dari perubahan alam. Untuk selaras atau harmony dengan alam, ia mesti mampu menciptakan kedamaian (peace) dan cinta dalam dirinya. Keselarasan bisa tercipta jika dan jika dalam diri seseorang ada peace and love.

Cerdas dikaitkan dengan intelejensia. Dan intelejensia memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan bukan keinginan. Dan pada umumnya sring digabungkan menjadi kecerdasan intelejensia. Bukan kepintaran intelejensia.

Dengan kata lain, hidup secara cerdas adalah hidup yang selaras dengan semesta.......

Belajar dari lebah madu........


Lebah madu mengajari paling tidak 3 kebijakan untuk menjalani kehidupan. ke 3 hal ini jika kita terapkan dalam kehidupan akan bisa menunjang keselarasan hidup dengan semesta. Inilah cara kehidupan yang tepat.
3 hal yang dilakukan lebah madu:

1. Memilih dalam melakukan sesuatu saat mencari makanan.
Saat lebah madu mencari makanan, ia memilih bunga yang akan menghasilkan madu yang baik. Demikian juga seharusnya kita. Carilah makanan yang bermanfaat bagi jiwa kita. Bukan sekedar bermanfaat bagi kenyamanan badan. Bukan kah aku ini bukan sekedar badan? Aku adalah jiwa yang mulia dan memuliakan. Saat mengkonsumsi makanan pun kita mesti memikirkan, apakah makanan ini menunjang peningkatan evolusi jiwa atau hanya sekedar untuk kenyamanan badan atau lidah.
Keberadaan kita di dunia mesti ada tujuan dan maksudnya. Makan untuk hidup BUKAN hidup untuk makan. Pepatah inilah yang mesti kita ingat. Sehingga saat mencari rejeki atau uang, lakukan dengan cara yang memuliakan jiwa. Istilah kerennya: Menspiritualkan pekerjaan.
Pilihlah pekerjaan yang mampu menunjang evolusi jiwa. Bukan cari pekerjaan yang berakibat kemerosotan jiwa. Hidup adalah berkah ilahi. Syukuri berkah ilahi dengan cara melakukan pekerjaan yang selaras dengan alam semesta.

2. Tidak membunuh bunga saat lebah madu mengisap sari madu dari bunga
Kaitkan dalam mendapatkan atau mencari uang. Sering kali kita melakukan pekerjaan demi memperoleh uang tapi merugikan orang lain. Misalnya, kita dipercaya negara atau perusahaan mengelola sejumlah uang demi pelaksanaan pekerjaan tertentu. Dalam pelaksanaannya, kita lebih mementingkan diri, kelompok, dan golongan sendiri. Dengan cara ini, kita menggunakan uang bukan untuk kepentingan bersama. Tapi sekedar memenuhi kebutuhan golongan, kelompok sendiri. Kita masih dikuasai ego. Akhirnya kondisi orang lain menderita karena ulah kita dalam mengelola anggaran. Ini tentu tidak selaras dengan sifat alam semesta. Upayakan melaksanakan amanat demi kepentingan umum.
Dalam mengisap sari bunga, lebah madu membantu terjadinya penyerbukan. Semestinya kita melakukan hal yang sama dalam melaksanakan tugas atau pekerjaan. Orang lain juga merasakan manfaat ketika bekerja sama dengan kita. Janganlah orang lain menderita saat bekerja sama. Win Win solution.
Sifat lebah yang bermanfaat bagi bunga. Selain memperoleh sari bunga juga membantu terjadinya penyerbukan. Dengan kata lain, terjadi perkembangan biakan atau pertumbuhan dalam kehidupan tempat kita mencari harta.

3. Mengisap banyak namun tidak hanya digunakan untuk dirinya sendiri
Sifat lebah madu yang sangat mulia. Lebah madu mencari sari bunga sebanyak-banyaknya. Namun yang diperolehnya jauh melebihi dari apa yang dibutuhkan. Sehingga saat madu diambil oleh peternak lebah, ia sama sekali tidak dirugikan. Ia tahu bahwa sisa hasil pencahariannya atau perolehannya diambil orang. Dan ia membiarkan. Lebah madu tidak pernah melawan ketika hasil perolehan madunya diambil. Ia marah dan menyerang saat rumahnya diganggu.
Demikian juga hendaknya kita dalam menjalani kehidupan ini. Cari sebanyak-banyaknya dan berbagilah dengan sesama. Gunakan sesuai dengan kebutuhan dan sisanya berbagi dengan orang yang membutuhkan. Kita harus senantiasa mengingatkan diri bahwa harta dunia bisa menjadi jebakan bagi sang jiwa yang menghuni badan kita. Saat itulah kita hidup dalam neraka. Dalam penderitaan. Ulah kita sendiri. Bukan karena perbuatan orang lain.

Salam belajar dan berbagi...

Rabu, 19 Juni 2013

Siapa yang Bodoh Saat Menuding Pemimpinnya Bodoh?


Pemimpin yang cerdas lahir dari rakyat yang cerdas..............
Pemimpin yang berani lahir dari pemilih yang berani.......
Pemimpin yang ragu lahir dari rakyat yang juga tidak tegas.............
So, kita harus sadar bahwa sebelum menuding orang, lihat diri sendiri dahulu. Kebanyakan dari kita senang membuat gossip dan mencari kelemahan orang lain. Saat kita menggosip sesungguhnya kita memiliki kelemahan. Kesukaan menggosip itulah kelemahan. Jika saja di hati kita yang ada adalah kebajikan dan senantiasa ingin berbagi, dengan sendirinya pikiran kita hanya terisi bagaimana bisa berbagi kesadaran atau kebajikan dengan orang lain.
Jika kita selalu ingin berbagi kebahagiaan, sering kita tanpa sadar melupakan segala sesuatu yang 'menurut' anggapan orang menyakitkan diri kita.
Sakit atau tidak itu sangat relatif sesungguhnya. Bisa saja menurut orang lain sakit, tapi bagi kita tidak merasakan sakit perasaan. Memperhatikan hal ini sesungguhnya sakitnya perasaan atau tidak sangat tergantung dari keputusan kita sendiri. Kita yang memberikan izin diri sendiri bisa disakiti atau tidak. Bukan orang lain.... Dan anehnya kita sering memberikan lisensi kepada orang lain untuk menyakiti....
Siapa yang bodoh saat kita menuding pemimpin kita tidak tegas, bodoh, plin-plan dan segala yang buruk-buruk...
Kita yang bodoh. Kita yang tidak cerdas... Tidaklah mungkin ada pemimpin pintar lahir dari pemilih yang bodoh. Dan sebaliknya...
Jadi jika kita terlalu banyak mengkritik dan menghujat, sesungguhnya kita menunjuk ke diri sendiri. Karena masih ada istilah bodoh dan kalimat hujatan dalam hati kita..
 Langkah utama dan pertama adalah menyadari bahwa kita bodoh. Dengan modal awal kesadaran ini, kita punya kekuatan untuk menghapus satu orang bodoh, diri sendiri. Orang yang sadar akan kebodohannya akan mencari pengetahuan untuk memintarkan diri sendiri. Orang yang merasa pintar akan  berhenti berkembang.....Sebaliknya, yang merasa diri bodoh, dia akan berkembang...
Jika menginginkan pemimpin pintar, cerdas, tegas ,dan berani.... Mari kita sebarkan sifat-sifat itu ke sekitar kita, agar menjadi pembelajaran...


Tidak Untuk Menunggu atau Ditunggu

Masalah dalam hidup ku sekarang semakin menggerayangi beban pikiran ku.
di saat aku berdiri tegak atas apa yang selama ini ku lakukan dengan segala perjuangan ku..
di saat aku mulai tertunduk dan ingin menyerah menghadapi hidup...

ingin berpulang,.
tapi melihat kawan2 berjuang melawan ketidakadilan yang mereka hadapi,.
tak sanggup ku melihatnya.
ingin berlari.....
ku lihat kebelakang kawan2 ku memanggil dan melambaikan tangannya dengan jerit yang tak tertahankan...
ingin berpaling...
ku temui sesosok yang menegur ku dengan senyum yang tulus..
ingin menutup mata...
mimpi-mimpi itu terus berdatangan.
ingin berteriak,,..
di sekeliling ku tergeletak tubuh yang tak berdaya dengan penderitaannya.

saat aku jatuh dan dalam kondisi terburuk yang pernah ku alami...
tak ku lihat siapa-siapa di sampingku.
di saat aku terdiam dan terlelap dalam kesulitan terbesar..
tak satu pun ada diantara mereka yang membangunkan ku.
sesaat ku berjalan tanpa arah dan tersesat..
tak terdengar suara apapun dari mereka untuk menyadarkan ku.

tidak untuk menunggu dan di tunggu..tapi bagaimana agar semua tercapai.
walau tanpa mereka.
ini lah hidupku.

seperti perkataan romo Y.B. Mangunwijaya (Romo Mangun)
seorang pemerhati kemanusiaan harus siap berjuang sendiri dan mandiri.

Banyak hal yang ingin aku lakukan dengan hidupku sekarang ini tapi aku tak tahu harus mulai dari mana..
karna aku memang takut untuk melangkah..
Jujur aku takut untuk melangkah ..
aku takut kehilangan atas apa yang sudah ada saat ini..

tak banyak memang aku memiliki sesuatu tapi itu semua cukup membuatku
takut kehilangan.

Dan tentang perasaanku.....
Keinginanku....
Aku ingin bertemu dengan malaikatku..

Ya...itu adalah salah satu dari banyaknya keinginanku.. 
Jujur aku masih takut untuk jujur dengan perasaanku sendiri..
Aku takut tersadar dari semuanya..

Karna sesungguhnya semuanya tak seperti apa yang selama ini aku
katakan,aku tunjukkan,dan tak seperti apa yang terlihat..
karna aku takut dengan keyataan..

Semuanya tak semudah yang aku harap ..
Tak semudah mauku.
dan tak semudah keinginanku..


Masih Butuh Proses.

Senin, 17 Juni 2013

Perpustakaan sebagai Gerbang Kebudayaan



Julius Caesar, sang Raja Roma, pernah menyerang ke Mesir. Namun, ternyata Mesir memiliki tentara yang amat kuat.
Saking kuatnya, dia beserta pasukannya terjepit. Dalam keadaan terjepit itulah Caesar memiliki ide untuk menghindari tentara musuh, yaitu dengan cara membakar perpustakaan besar Mesir yang bernama Bibliotheca Alexandria. Ternyata Caesar berhasil meloloskan diri dari kepungan tentara Mesir. Rupanya dia tahu betul bahwa orang-orang Mesir sangat menghargai perpustakaannya. Dari cerita di atas, tersirat bahwa perpustakaan yang berisi buku dan arsip yang pada waktu itu tercatat sejumlah 700.000 gulungan papirus merupakan sesuatu yang sangat berharga.
Bahkan harganya jauh lebih tinggi dari seorang Raja Roma sehingga mereka rela meloloskan musuhnya demi untuk menyelamatkan perpustakaan yang terbakar. Perpustakaan adalah gerbang kebudayaan yang luas,begitulah Greenhalgh dan Worpole mendefinisikan perpustakaan.Tampaknya Mesir saat itu sadar melalui perpustakaan kebudayaan yang luas sedang dibentuk.Perpustakaan menyediakan pengetahuan yang mereka peroleh lalu diwariskan ke generasi berikutnya dan digunakan sebagai jembatan perantara dalam meningkatkan peradaban. Bila buku ibarat jendela ilmu pengetahuan,maka perpustakaan adalah gudangnya ilmu pengetahuan.
Karena perpustakaan menyimpan buku-buku dan beragam jenis informasi yang dapat diakses dengan mudah oleh para pengunjungnya.Perpustakaan juga secara tidak langsung menjadi pasar bagi para transaksional ilmu pengetahuan, tempat bertemunya para pembeli ilmu pengetahuan dan beragam informasi yang harganya tidak dapat diukur dengan materi. Perpustakaan merupakan bagian investasi pendidikan jangka panjang yang amat berharga dalam menuju sebuah peradaban yang maju. Buku dan perpustakaan adalah dua sejoli yang dirindukan dan dibutuhkan oleh siapa pun.
Namun terkadang, tidak jarang di antara kita mengabaikannya. Faktanya ialah banyak daerah di Indonesia membutuhkan buku-buku yang bermutu dan belum tersentuh perpustakaan, tetapi di sisi lain perpustakaan yang sudah ada minim sekali pengunjung. Perpustakaan juga belum menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda Indonesia.Pergi ke perpustakaan bukan pilihan yang menarik bagi para generasi muda yang menganggap nongkrong di mal lebih menarik.Banyak yang pergi ke perpustakaan hanya ketika sudah kepepet mencari bahan untuk tugas.
Bahkan kadangkala ada yang menilai pergi ke perpustakaan itu hanya untuk anak-anak kutu buku. Untuk menghadapi kondisi itu tentu harus ada inovasi agar generasi muda Indonesia tertarik datang ke perpustakaan.Misalnya salah satu yang bisa menjadi daya tarik adalah menjadikan perpustakaan memiliki fasilitas internet yang terhubung dengan data koleksinya. Menurut World Bank, di antara indikasi Pembangunan Dunia ialah meningkatnya pengguna internet.
Indonesia perlu bangga karena berdasar data teranyar Internet World Stats, Indonesia menjadi negara penyuplai pengguna internet terbesar kelima di Asia setelah China,India,dan Jepang.Dalam hal ini peluang besarnya jumlah pengguna internet di Indonesia dapat dimanfaatkan untuk menarik pengunjung menjelajah perpustakaan yang sudah ada. Hal ini tentu harus didukung bersama antara pemerintah dan masyarakat luas, terlebih lagi generasi muda penerus bangsa.
Dengan tersedianya akses internet atau hot spot areayang baik oleh pemerintah, tentu akan menarik masyarakat mengunjungi perpustakaan,bahkan betah berlama-lama di perpustakaan,dari perpustakaan inilah generasi yang cerdas lahir dan akan membawa negeri ini ke arah yang lebih baik.●



Jumat, 14 Juni 2013

Akulturasi Budaya


A.    Problematika Akulturasi Kebudayaan
Kebudayaan yang diciptakan manusia dalam kelompok dan wilayah yang berbeda menghasilkan keragaman kebudayaan. Tiap persekutuan hidup manusia ( masyarakat, suku, atau bangsa) memilki kebudayaannya sendiri yang berbeda dengan kebudayaan kelompok lain. Kebudayaan yang dimiliki sekelompok manusia membentuk cirri dan menjadi pembeda dengan kelompok lain.
Saat ini, pergaulan antarbangsa semakin kental. Di dalam pergaulan antarbangsa yang semakin kental itu, akan terjadi proses akulturasi, saling meniru, dan saling mempengaruhi di antara budaya masing-masing. Adapun yang perlu dicermati dari proses akulturasi tersebut adalah proses lunturnya nilai budaya suatu bangsa itu sendiri, sebagai contoh yaitu : munculnya sikap individualistis, konsumerisme, semakin menonjolnya sikap materialistis, dan lunturnya budaya leluhur dari semulanya. Arus informasi yang semakin pesat mengakibatkan akses masyarakat terhadap nilai-nilai asing yang negatif semakin besar. Apabila proses ini tidak segera dibendung, akan berakibat lebih serius ketika pada puncaknya masyarakat tidak bangga lagi pada bangsa dan negaranya. Pada genersi muda hal ini merupakan masalah yang serius karena mereka adalah tunas penerus bangsa, yang jika tidak dibendung akan mengancam eksistensi dan ciri luhur bangsa ini.
Dari cara berpakaian banyak remaja- remaja kita yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Pada hal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa.
Melalui media massa, unsur budaya asing berupa mode pakaian, peralatan hidup, gaya hidup, dan makanan semakin cepat tersebar dan mampu mengubah perilaku masyarakat. Misalnya, mode rambut dan pakaian dari luar negeri yang banyak ditiru oleh masyarakat. Namun, dalam proses akulturasi tidak selalu terjadi pergeseran budaya lokal akibat pengaruh budaya asing. Misalnya, pemakaian busana batik dan kebaya sebagai busana khas bangsa Indonesia. Meskipun pemakaian busana model barat seperti jas sudah tersebar di dalam masyarakat, namun gejala tersebut tidak menggeser kedudukan busana batik dan kebaya sebagai busana khas bangsa Indonesia. Pemakaian busana batik dan kebaya masih dilakukan para tokoh-tokoh masyarakat di dalam acara kenegaraan di dalam dan luar negeri. Bahkan beberapa desainer Indonesia seperti Edward Hutabarat dan Ghea Pangabean sudah mulai mengembangkan busana batik sebagai alternatif mode pakaian di kalangan generasi muda. Modifikasi busana tradisional tersebut ternyata dapat diterima oleh masyarakat dan mulai dijadikan alternatif pilihan mode berbusana selain model busana barat.

B.     Contoh Kasus Akulturasi Kebudayaan yang terjadi Di Indonesia
Salah satu yang menjadi headline surat kabar beberapa waktu yang lalu adalah kasus Prita Mulyasari . Beliau dapat dikatakan sebagai korban akulturasi kebudayaan . Ketika budaya kita masih membatasi pernyataan pendapat dan berbicara , banyak lapisan masyarakat yang tidak suka akan keadaan seperti ini . Saat itu , dengan embel-embel demokrasi , maka kebebasan berbicara pun diproklamirkan . Kebudayaan kita yang biasanya terarah ( baca tertekan ) dalam menyampaikan pendapat , langsung berubah menjadi kebudayaan yang blak-blakan atai ceplas-ceplos .
Muncul sebuah jalan keluar untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Kebebasan kita dalam berbicara pun memakai dasar berupa substansi yang datangnya dari luar . HAM ( Hak Asasi Manusia ) dianggap sebagai dasar paling kuat untuk menopang hak kebebasan untuk berbicara.
Pada awal mula kebudayaan untuk bebas berbicara memberikan angin segar bagi warga . Masyarakat yang tadinya ( tertekan ) untuk menyatakan pendapat dan kritik merasa lebih leluasa . Kasus Prita Mulyasari boleh jadi dikatakan sebagai suatu hasil akhir dari kebudayaan yang telah berakulturasi . Budaya bebas berbicara yang kita inginkan telah didapatkan . Kesemuanya didapatkan dengan mengadopsi substansi asing (HAM ) yang terkesan kuat jika digabungkan .Namun kita hanya melihat pada penyelesaian masalah di tingkatan yang rendah . Kita tidak memperhitungkan produk akhir kebudayaan baru tersebut . Siapa sangka , kebudayaan bebas berbicara sendiri menjadi salah satu bumerang bagi kebebasan berpendapat .


C.     Pengertian Akulturasi
Banyak para ahli yang memberikan definisi tentang akulturasi, antara lain menurut pendapat Harsoyo. Akulturasi adalah fenomena yang timbul sebagai hasil jika kelompok-kelompok manusia yang mempunyai kebudayaan yang berbeda-beda bertemu dan mengadakan kontak secara langsung dan terus-menerus yang kemudian menimbulkan perubahan dalam pola kebudayaan yang original dari salah satu kelompok atau kedua-duanya.
Menurut Koentjaraningrat akulturasi adalah proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kebudayaan lokal itu sendiri.
Redfield, Linton, Herskovits: Mengemukakan bahwa akulturasi meliputi fenomena yang timbul  sebagai hasil, jika kelompok – kelompok manusia yang mempunyai kebudayaan yang berbeda-beda bertemu dan mengadakan kontak secara langsung dan terus-menerus, yang kemudian menimbulkan perubahan dalam pola kebudayaan yang original dari salah satu kelompok atau pada kedua-duanya.
Gillin dan Gillin dalam bukunya Cultural Sociologi, Mengemukakan bahwa akulturasi adalah proses dimana masyarakat yang berbeda-beda kebudayaannya menglami perubahan oleh kontak yang lama dan langsung, tetapi dengan tidak sampai kepada percampuran yang komplit dan bulat dari dua kebudayaan itu.
Dr. Koentjaraningrat, mengemukakan bahwa akulturasi  adalah proses yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing yang berbeda sedemikian rupa , sehingga unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaa sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan sendiri.

Akulturasi (acculturation atau culture contact) adalah proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing dengan sedemikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah kedalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri. Secara singkat, akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan atau lebih sehingga
membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli.
D.      Kebudayaan
Prof.  Koentjaraningrat, makna kebudayaan dapat dipahami lebih luas lagi. Menurut beliau, kebudayaan adalah sebuah sistem gagasan, tindakan dan hasil karya yang dihasilkan dalam rangka kehidupan manusia dan dijadikan hak milik manusia melalui proses belajar. Dalam definisi ini, ada beberapa poin yang dapat diuraikan lagi.
Ø  Bahwa kebudayaan itu meliputi gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia.  Contoh adalah penggunaan sendok dan garpu ketika makan oleh masyarakat barat, akan berbeda dengan masyarakat timur tradisional yang langsung menggunakan tangan.
Ø  Kebudayaan meliputi semua aspek kehidupaan manusia. Tujuan awal dari adanya kebudayaan itu adalah untuk mendukung kehidupan manusia. Seperti cara berpakaian yang merupakan bagian dari kebudayaan, disesuaikan manusia dengan alam sekitar. Misal penduduk iklim tropis yang menggunakan pakaian dengan bahan relatif tipis, akan berbeda dengan masyarakat yang hidup di empat iklim seperti Eropa.
Ø  Dijadikan milik manusia dengan proses belajar. Seperti naluri kebutuhan manusia untuk makan. Tidak hanya sampai di proses makan saja. Ada tata cara tertentu atau yang di barat disebut table Manner yang dibuat oleh manusia dan menjadi sebuah kebudayaan.
Pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
1.      Melville J. Herskovitsmenyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
Ø  alat-alat teknologi
Ø  sistem ekonomi
Ø  keluarga
Ø  kekuasaan politik

Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
Ø  Sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
Ø  organisasi ekonomi
Ø  alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
Ø  organisasi kekuatan (politik)
Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan memiliki paling sedikit tiga wujud, yaitu:
1.             Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya yang berfungsi mengatur, mengendalikan dan memberi arah pada kelakuan, dan perbuatan manusia dalam masyarakat yang disebut dengan adat kelakuan.
2.             Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat yang sering disebut sistem sosial.
3.             Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.

E.     Sebab terjadinya Akulturasi
Salah satu unsur perubahan budaya adalah adanya hubungan antarbudaya, yaitu hubungan budaya lokal dengan budaya asing. Hubungan antarbudaya berisi konsep akulturasi kebudayaan. Menurut Koentjaraningrat istilah akulturasi atau acculturation atau culture contact yang digunakan oleh sarjana antropologi di Inggris mempunyai berbagai arti di antara para sarjana antropologi. Menurut Koentjaraningrat akulturasi adalah proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kebudayaan lokal itu sendiri.
Sebab sebab terjadinya akulturasi adalah perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan.

Proses akulturasi kebudayaan terjadi apabila suatu masyarakat atau kebudayaan dihadapkan pada unsur-unsur budaya asing. Proses akulturasi kebudayaan bisa tersebar melalui penjajahan dan media massa. Akulturasi kebudayaan terjadi karena kebutuhan yang kompleks dalam kehidupan bermasyarakat. Suatu kebudayaan akan menyesuaikan terhadap lingkungan sekitar. Ketika suatu kebudayaan tidak lagi dianggap sebagai sebuah pegangan dalam menyelesaikan suatu masalah , maka factor eksternal akan muncul. Faktor yang muncul dari luar ini adalah pertanda ketidakmampuan sisi internal budaya untuk menyelesaikan suatu permasalahan .
Ketika bangsa Indonesia yang semakin maju ini berkembang , maka kebudayaan pun turut berkembang.
Kebudayaan kita mengalami mobilisasi yang sangat cepat. Pengaruh globalisasi dan liberalisme menjadi salah satu penyebab kejadian ini. Namun tidak dapat dipungkiri, akulturasi kebudayaan yang ada sekarang sebenarnya adalah buah pikiran kita. Hasil pemikiran kita yang dipakai sebagai acuan. Pemikiran yang berdasar pada keinginan akan suatu kesempurnaan .
Dan untuk mencapainya , maka tidak segan kita akan mengambil factor dari luar dari kebudayaan kita. Ketika pencampuran budaya terjadi, maka norma dan nilai ( budaya ) yang kita anut pun akan ikut berubah . Begitu juga dengan perspektif kita dalam melihat segala sesuatu hal. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah kebudayaan yang telah bercampur masih kita anggap sebagai kebudayaan ?
Berkaitan dengan proses terjadinya akulturasi, terdapat beberapa unsur-unsur yang terjadi dalam proses akulturasi, antara lain sebagai berikut.
a.       Subsitusi
Substitusi adalah pengantian unsur kebudayaan yang lama diganti dengan unsur kebudayaan baru yang lebih bermanfaat untuk kehidupan masyarakat. Misalnya, sistem komunikasi tradisional melalui kentongan atau bedug diganti dengan telepon, radio komunikasi, atau pengeras suara.

b.      Sinkretisme
Sinkretisme adalah percampuran unsur-unsur kebudayaan yang lama dengan unsur kebudayaan baru sehingga membentuk sistem budaya baru. Misalnya, percampuran antara sistem religi masyarakat tradisional di Jawa dan ajaran Hindu-Buddha dengan unsur-unsur ajaran agama Islam yang menghasilkan sistem kepercayaan kejawen.
c.       Adisi
Adisi adalah perpaduan unsur-unsur kebudayaan yang lama dengan unsur kebudayaan baru sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Misalnya, beroperasinya alat transportasi kendaraan angkutan bermotor untuk melengkapi alat transportasi tradisional seperti cidomo (cikar, dokar, bemo) yang menggunakan roda mobil di daerah Lombok.

d.      Dekulturasi
Dekulturasi adalah proses hilangnya unsur-unsur kebudayaan yang lama digantikan dengan unsur kebudayaan baru. Misalnya, penggunaan mesin penggilingan padi untuk mengantikan penggunaan lesung dan alu untuk menumbuk padi.

e.       Originasi
Originasi adalah masuknya unsur budaya yang sama sekali baru dan tidak dikenal sehingga menimbulkan perubahan social budaya dalam masyarakat. Misalnya, masuknya teknologi listrik ke pedesaan.

f.       Rejeksi
Rejeksi adalah proses penolakan yang muncul sebagai akibat proses perubahan sosial yang sangat cepat sehingga menimbulkan dampak negatif bagi sebagian anggota masyarakat yang tidak siap menerima perubahan. Misalnya, ada sebagian anggota masyarakat yang berobat ke dukun dan menolak berobat ke dokter.
Di bawah ini beberapa faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya suatu proses Akulturasi diantaranya:
Faktor intern (dalam) antara lain :
·         Bertambah dan berkurangnya penduduk (kelahiran, kematian, migrasi)
Bertambah dan berkurangnya penduduk dapat menyebabkan terjadinya akulturasi. Contohnya saja migrasi. Masyarakat yang berpindah dari daerah asalnya ke tempatnya yang baru, akan membawa budaya yang ada di daerah asalnya. Dan ini akan menyebabkan terjadinya pembauran  dari masyarakat yang dating dengan masyarakat asli.
·         Adanya penemuan baru.
1.      Discovery: penemuan ide atau alat baru yang sebelumnya belum pernah ada
2.      Invention : Penyempurnaan penemuan baru
3.      Innovation /Inovasi: pembaruan atau penemuan baru yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehingga menambah, melengkapi atau mengganti yang telah ada.
·         Konflik yang terjadi dalam masyarakat
Konflik yang terjadi dalam masyarakat juga dapat menyebabkan terjadinya akulturasi.
·         Pemberontakan atau revolusi
Faktor ekstern ( luar ) antara lain:
1.      Perubahan alam
2.       Peperangan
3.      Pengaruh kebudayaan lain melalui difusi(penyebaran kebudayaan), akulturasi ( pembauran antar budaya yang masih terlihat masing-masing sifat khasnya), asimilasi (pembauran antar budaya yang menghasilkan budaya yang sama sekali baru batas budaya lama tidak tampak lagi.
F.    Akulturasi dan Budaya Indonesia
Seperti yang telah di bahas sebelumnya akulturasi adalah sebuah perpaduan antara satu budaya dengan budaya lainnya yang berjalan seimbang dan serasi. Akulturasi tejradi ketika sebuah kebudayaan masuk dan berpadu terhadap budaya yang telah ada di suatu wilayah. Akulturasi dengan kata lain masuknya kebudayaan lain ini tentunya secara terkendali dan tidak menghilangkan dominasi kebudayaan yang sudah ada atau menghilangkan unsur dari salah satu kebudayaan itu.
Indonesia sebagai negara yang memiliki ragam kebudayaan dan adat istiadat telah memiliki kemampuan dalam menghadapi akulturasi budaya yang ada dan terjadi,sebagaimana kita tau indonesia adalah negara yang kental akan kebudayaan sehingga dasar kebudayaan yang ada pada masyarakatnya amatlah kuat,dalam hal ini masuknya suatu kebudayaan asing hanya akan memperkaya perbendaharaan kebudayaan yang ada di indonesia.sehingga kebudayaan asli indonesia tetap dominan namun juga tidak menghilangkan ciri khusus dari kebudayaan asing yang telah masuk.
Lalu di dalam masyarakat indonesia sendiri telah tertanam kemampuan yang di sebut "local jenius" atau juga kecakapan istimewa yang mana dalam hal ini bangsa indonesia mampu menerima masuknya kebudayaan asing tersebut lalu kemudian dengan kecakapannya di saring dan di olah serta di sesuaikan dengan identitas dan kepribadian bangsa Indonesia, sehingga masuknya kebudayaan asing ini tidak merubah atau bahkan menghilangkan kepribadian bangsa indonesia namun akan memperkaya sehingga Indonesia dengan kebudayaannya semakin beragam.
G.     Dampak Terjadinya Akulturasi
Dilihat dari pengertian akulturasi dan kasus-kasus yang terjadi, akulturasi tidak hanya memberikan dampak yang negative, tapi juga memberikan dampak yang positif. Dengan adanya akulturasi kebudayaan, masyarakat bebas mengeluarkan pendapat tanpa adanya larangan untuk menyatakan pendapatnya. Tapi dengan adanya akulturasi jugalah masyarakat Indonesia terpengaruh dengan cara berpakaian, cara bergaul terutama golongan anak-anak muda yang kebanyakan meniru gaya berpakaian orang barat.


H.    Kesimpulan
Proses akulturasi banyak terjadi di Indonesia, tidak hanya terjadi dalam bentuk fisik tapi juga terjadi dalam bentuk non fisik. Selain itu itu akulturasi juga terjadi dalam kebebasan berbicara. Proses akulturasi yang terjadi di Indonesia lebih banyak memberikan dampak yang negatif. Contohnya dalam berpakaian, anak muda Indonesia banyak meniru cara berpakaian orang barat yang tidak sesuai dengan kebudayaan yang ada di Indonesia.

I.     Saran
Seharusnya warga Indonesia lebih hati-hati terhadap kebudayaan yang masuk ke Indonesia, karena tidak semua kebudayaan yang masuk sesuai dengan kebudayaan yang ada di Indonesia.

Kamis, 13 Juni 2013

BBM BERSUBSIDI

Bahan Bakar Minyak atau lebih dikenal dengan sebutan BBM merupakan barang yang sangat vital dewasa ini seiring perkembangan kendaraan bermotor, dan Era modernisasi. Sebagian besar mobilitas orang Indonesia saat ini sangat tergantung pada benda cair satu ini. Kita bisa memaklumi seorang pebisnis dengan mobilitas tinggi yang dalam seminggu tak terhitung berapa kali pergi ke luar kota untuk urusan bisnisnya. Tetapi kenyataannya tak hanya pebisnis atau orang penting yang menggunakan benda cair (BBM) ini. Para siswa sma bahkan siswa smp sekalipun jika tidak membawa sepeda motor ke sekolah mereka kerap di cap “kuper” oleh teman – temannya. Dan sekali lagi mereka membawa sepeda motor berbahan bakar bensin bukan air apa lagi oksigen.

“Berpikir objektif sangat penting untuk pengambilan sikap yang tepat. Dinginkan kepala, lalu berpikir.”
1. Sudut Pandang Pemerintah
 Alasan Pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk menghindari jebolnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), .
2.  Sudut Pandang Pengusaha
BBM naik menyebabkan biaya operasional naik. Hal ini bisa dicover dengan menaikkan harga barang yang diproduksi.
3. Sudut Pandang Akademisi
BBM naik menyebabkan harga barang naik. Rakyat makin susah. Tolak!
4. Sudut Pandang Masyarakat
Pasrah, cuma bisa terima.
5. Sudut Pandang Parpol Oposisi
Kenaikan BBM ini dinilai sebagai langkah terakhir penyehatan APBN. Mengingat prognosis terlampauinya defisit fiskal 3 persen sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara. http://news.liputan6.com/read/604810/ppp-setgab-parpol-dukung-penuh-harga-bbm-naik-lalu-pks

Sekarang masuk ke analisis. (ini analisis pribadi ya).
Benarkah sudut pandang pemerintah?
Disini jika menurut  saya bahwa alasan yang paling tepat kenapa BBM harus naik. “Meningkatkan Efisiensi Anggaran”. Seperti yang kita ketahui, subsidi BBM ini banyak yang salah sasaran. Mau sampel?
Entah udah berapa banyak BBM subsidi yang habis kebakar karena macet. Habis kebakar buat lomba balapan liar. Habis kebakar cuma karena gengsi mau ke kampus pakai mobil, dan banyak contoh lainnya. Apakah tepat sasaran?
Jadi subsidi BBM yang berhasil dihemat bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan buat masyarakat miskin yang jelas lebih tepat sasaran.

Tapi apakah berarti pemerintah benar? Tidak seluruhnya! Ada celahnya. Benar bahwa peningkatan efisiensi anggaran bisa dilakukan dengan mengurangi subsidi BBM yang salah sasaran, tetapi peningkatan efisiensi juga harus dilakukan di bidang yang lain!
Salah satu penyebab APBN membengkak adalah reformasi birokrasi, dimana gaji PNS dinaikkan dengan tujuan mengurangi korupsi dan meningkatkan performa kinerja pemerintah. Hasilnya?  Gaji naik tapi korupsi jalan terus! Pemerintah juga keliatan gak ada upaya serius buat memerangi korupsi. Belum lagi isu Banggar DPR yang boros! Renovasi ruang rapat dan toilet yang menghabiskan uang milyaran, dan banyak kasus lainnya.
Jadi sampai disini kesannya, peningkatan efisiensi anggaran dibebankan sama masyarakat aja. Kita disuruh bayar BBM lebih mahal, tapi pemerintah masih korup! Ga meningkatkan efisiensi birokrasi yang justru penghematannya bisa jadi lebih besar daripada menaikkan harga BBM.
Inilah yang menyebabkan penolakan dari orang-orang yang cerdas. Mereka tidak percaya bahwa pemerintah dapat menggunakan subsidi yang berhasil dihemat dengan bijak. “Paling dikorupsi lagi”, kata teman saya. Selain itu solusi yang ditawarkan adalah Bantuan Langsung Sementara Masyarakat. Selain rawan diselewengkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Tapi penting untuk diingat, sebenarnya BBM naik  tidak menyengsarakan rakyat kecil jika digunakan dengan benar. Masyarakat miskin jika diberikan pilihan antara subsidi BBM atau pendidikan dan kesehatan berkualitas gratis?, Tentu cuma masyarakat miskin yang punya mobil dan motor saja yang milih subsidi BBM (eh itu bukan masyarakat miskin ya?)
Sikap saya sendiri terhadap demo sebenarnya setuju, tapi ada beberapa catatan. Saya setuju kalau alasan pendemo karena ketidakpercayaan terhadap pemerintah untuk menggunakan dana subsidi yang berhasil dihemat dengan bijak, bukan karena penolakan BBM naik semata.
Kenapa ini penting?
Karena  saya juga  sudah menentukan sikap.
Saya menolak kenaikan BBM di pemerintahan ini! Karena saya tidak percaya pemerintah mampu menggunakan subsidi yang dihemat dengan bijak. Alasannya? Korupsi masi merajalela, birokrasi ga efisien, kinerja eksekutif rendah, legislatif juga sama aja.
 Karena seperti yang
saya jelaskan, kenaikan BBM sebenarnya menguntungkan rakyat kecil (yang dirugikan paling rakyat middle class seperti saya. miskin engga, kaya juga engga) jika digunakan dengan tepat (Pendidikan/Kesehatan gratis). Yang saya takutkan adalah stereotype bahwa kenaikan BBM ini adalah merugikan masyarakat kecil..
Masyarakat akan dipaksa untuk hemat dan efisien dalam menggunakan energi, subsidi yang dihemat dapat digunakan untuk membuat infrastruktur yang meningkatkan efisiensi juga seperti transportasi massal dan lain-lain.

Jadi kesimpulannya, kenaikkan BBM ini sebenarnya positif, tapi pemerintah yang ga bisa dipercaya yang terpaksa bikin kita harus nolak!
Lalu apa yang harus dilakukan? Demonstrasi itu pilihan, the sad truth is, demonstrasi tidak akan berpengaruh banyak kepada pemerintah yang memang gak mendengarkan rakyat. Jadi siap-siap aja menerima keputusan BBM tetap naik.

Lalu tindakan konkrit apa yang bisa dilakukan kalau BBM naik?
Jadi kalau mau konkrit, mulai hidup berhemat! Lebih produktif! Kerja lebih keras!
Ini tindakan paling konkrit dan bisa banget untuk dilakukan, jadi tunggu apalagi!.
Selain itu, ini memaksa kita untuk lebih mencari dan memakai energi alternatif yang lebih murah! Pokonya yang penting kita harus mikir yang positif terus!
Sekian sikap saya mengenai kenaikan BBM. Mohon maaf jika ada kesalahan. Silahkan bertanya jika ada yang perlu dijelaskan lebih detil.

Semoga bermanfaat,