Langsung ke konten utama

Tidak Untuk Menunggu atau Ditunggu

Masalah dalam hidup ku sekarang semakin menggerayangi beban pikiran ku.
di saat aku berdiri tegak atas apa yang selama ini ku lakukan dengan segala perjuangan ku..
di saat aku mulai tertunduk dan ingin menyerah menghadapi hidup...

ingin berpulang,.
tapi melihat kawan2 berjuang melawan ketidakadilan yang mereka hadapi,.
tak sanggup ku melihatnya.
ingin berlari.....
ku lihat kebelakang kawan2 ku memanggil dan melambaikan tangannya dengan jerit yang tak tertahankan...
ingin berpaling...
ku temui sesosok yang menegur ku dengan senyum yang tulus..
ingin menutup mata...
mimpi-mimpi itu terus berdatangan.
ingin berteriak,,..
di sekeliling ku tergeletak tubuh yang tak berdaya dengan penderitaannya.

saat aku jatuh dan dalam kondisi terburuk yang pernah ku alami...
tak ku lihat siapa-siapa di sampingku.
di saat aku terdiam dan terlelap dalam kesulitan terbesar..
tak satu pun ada diantara mereka yang membangunkan ku.
sesaat ku berjalan tanpa arah dan tersesat..
tak terdengar suara apapun dari mereka untuk menyadarkan ku.

tidak untuk menunggu dan di tunggu..tapi bagaimana agar semua tercapai.
walau tanpa mereka.
ini lah hidupku.

seperti perkataan romo Y.B. Mangunwijaya (Romo Mangun)
seorang pemerhati kemanusiaan harus siap berjuang sendiri dan mandiri.

Banyak hal yang ingin aku lakukan dengan hidupku sekarang ini tapi aku tak tahu harus mulai dari mana..
karna aku memang takut untuk melangkah..
Jujur aku takut untuk melangkah ..
aku takut kehilangan atas apa yang sudah ada saat ini..

tak banyak memang aku memiliki sesuatu tapi itu semua cukup membuatku
takut kehilangan.

Dan tentang perasaanku.....
Keinginanku....
Aku ingin bertemu dengan malaikatku..

Ya...itu adalah salah satu dari banyaknya keinginanku.. 
Jujur aku masih takut untuk jujur dengan perasaanku sendiri..
Aku takut tersadar dari semuanya..

Karna sesungguhnya semuanya tak seperti apa yang selama ini aku
katakan,aku tunjukkan,dan tak seperti apa yang terlihat..
karna aku takut dengan keyataan..

Semuanya tak semudah yang aku harap ..
Tak semudah mauku.
dan tak semudah keinginanku..


Masih Butuh Proses.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siapa yang Bodoh Saat Menuding Pemimpinnya Bodoh?

Pemimpin yang cerdas lahir dari rakyat yang cerdas.............. Pemimpin yang berani lahir dari pemilih yang berani....... Pemimpin yang ragu lahir dari rakyat yang juga tidak tegas............. So, kita harus sadar bahwa sebelum menuding orang, lihat diri sendiri dahulu. Kebanyakan dari kita senang membuat gossip dan mencari kelemahan orang lain. Saat kita menggosip sesungguhnya kita memiliki kelemahan. Kesukaan menggosip itulah kelemahan. Jika saja di hati kita yang ada adalah kebajikan dan senantiasa ingin berbagi, dengan sendirinya pikiran kita hanya terisi bagaimana bisa berbagi kesadaran atau kebajikan dengan orang lain. Jika kita selalu ingin berbagi kebahagiaan, sering kita tanpa sadar melupakan segala sesuatu yang 'menurut' anggapan orang menyakitkan diri kita. Sakit atau tidak itu sangat relatif sesungguhnya. Bisa saja menurut orang lain sakit, tapi bagi kita tidak merasakan sakit perasaan. Memperhatikan hal ini sesungguhnya sakitnya perasaan atau tidak ...

Perpustakaan sebagai Gerbang Kebudayaan

Julius Caesar, sang Raja Roma, pernah menyerang ke Mesir. Namun, ternyata Mesir memiliki tentara yang amat kuat. Saking kuatnya, dia beserta pasukannya terjepit. Dalam keadaan terjepit itulah Caesar memiliki ide untuk menghindari tentara musuh, yaitu dengan cara membakar perpustakaan besar Mesir yang bernama Bibliotheca Alexandria. Ternyata Caesar berhasil meloloskan diri dari kepungan tentara Mesir. Rupanya dia tahu betul bahwa orang-orang Mesir sangat menghargai perpustakaannya. Dari cerita di atas, tersirat bahwa perpustakaan yang berisi buku dan arsip yang pada waktu itu tercatat sejumlah 700.000 gulungan papirus merupakan sesuatu yang sangat berharga. Bahkan harganya jauh lebih tinggi dari seorang Raja Roma sehingga mereka rela meloloskan musuhnya demi untuk menyelamatkan perpustakaan yang terbakar. Perpustakaan adalah gerbang kebudayaan yang luas,begitulah Greenhalgh dan Worpole mendefinisikan perpustakaan.Tampaknya Mesir saat itu sadar melalui perpustakaan kebudayaan ya...

Kecerdasan dan kepintaran.........

Gampang mengucapkan, sangat sulit melakukan. Tapi bukan tidak mungkin..... Mungkin kebanyakan orang agak bingung membedakan antara cerdas dan pintar/pandai. Bagi saya seseorang dikatakan cerdas jika ia mampu bertindak secara tepat. Mengapa mesti bertindak secara tepat bukan benar? Kebenaran sangat tergantung dengan personalnya. Namun bukan yang disebut kebenaran mutlak. Inipun jika orang sudah memahami esensi kehidupan. Suatu tindakan yang tepat sangat dipengaruhi keadaan saat itu. Misal, seseorang dikatakan benar dalam melakukan pembunuhan jika ia berprofesi sebagai tentara dan saat ia melakukan pembunuhan dalam suasana peperangan. Namun jika seseorang melakukan pembunuhan dengan alasan membela agama, ini tidak tepat. Karena agama tidak mengajarkan hal itu, pembunuhan. Yang diajarkan adalah mengasihi sesama dan memelihara kehidupan. Seseorang yang berprofesi sebagai tentara memiliki tugas membela negara. Dan untuk itu ia tidak memiliki pilihan lain kecuali berperang di sa...