Langsung ke konten utama

"WAKTU"


Satu pohon dapat membuat jutaan batang korek api,
tapi satu batang korek api dapat membakar jutaan pohon.

Satu pikiran negatif dapat "MEMBAKAR" semua pikiran positif.

Korek api punya kepala, tapi TIDAK PUNYA OTAK, oleh karena itu setiap kali ada gesekan kecil, sang korek api langsung terbakar.

Kita punya kepala dan PUNYA OTAK, jadi kita tidak perlu kebakaran / tersinggung hanya karena gesekan kecil.

Ketika burung hidup, ia makan semut. Ketika burung mati, semut makan burung.
Jadi;
JANGAN RENDAHKAN SIAPAPUN dlm hidup. tapi kita harus MENGHARGAI SIAPAPUN, bukan karena siapa mereka, tapi karena SIAPA DIRI KITA.

Kita mungkin berkuasa tapi WAKTU LEBIH BERKUASA daripada kita.

WAKTU kita sedang JAYA, kita merasa banyak teman di sekeliling kita, kita PD melakukan apa saja, TETAPI WAKTU kita TAK BERDAYA, barulah kita SADAR selama ini siapa sahabat sejati kita; siapa teman yang HANYA memperalat & menggunakan kita.
WAKTU kita SAKIT, kita baru tahu bahwa SEHAT itu sangat PENTING, jauh melebihi harta.

WAKTU kita MISKIN, kita baru tahu jadi ORANG HARUS banyak MEMBERI & saling MEMBANTU.

WAKTU di ambang ajal, kita baru tahu HARTA TIDAKLAH ABADI, & SADAR banyak WAKTU TERBUANG SIA2 karena kita di-"PERBUDAK" untuk mencari harta bukan mencari nafkah sehingga sisa waktu-nya bisa dipergunakan untuk hal2 yg LEBIH BERHARGA dari harta, yaitu: IBADAH, KELUARGA, KESEHATAN, KEGIATAN SOSIAL..
HIDUP SEMENTARA, sdh saatnya kita bersama² membuat HIDUP kita LEBIH BERHARGA dg MEMANFAATKAN WAKTU secara BIJAK, yaitu dengan SALING: MENGHARGAI-MEMBANTU & MEMBERI, MENDUKUNG.JADI TEMAN SETIA tanpa syarat. JAUHKAN NIAT JAHAT utk mencelakai teman.
JANGAN MEMAKSA seseorg melakukan suatu hal yg menyimpang utk kepentingan pribadi kita.

JANGAN MAIN2 dg HUKUM :
"Apa yg DITABUR, itulah yg akan DITUAI !"

JADI
"LATIH"lah diri kita untuk:
"TETAP MERESPON / BERSIKAP POSITIF terhadap teman2 yang negatif terhadap kita, tetapi TETAP BIJAK memilih teman untuk bergaul"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siapa yang Bodoh Saat Menuding Pemimpinnya Bodoh?

Pemimpin yang cerdas lahir dari rakyat yang cerdas.............. Pemimpin yang berani lahir dari pemilih yang berani....... Pemimpin yang ragu lahir dari rakyat yang juga tidak tegas............. So, kita harus sadar bahwa sebelum menuding orang, lihat diri sendiri dahulu. Kebanyakan dari kita senang membuat gossip dan mencari kelemahan orang lain. Saat kita menggosip sesungguhnya kita memiliki kelemahan. Kesukaan menggosip itulah kelemahan. Jika saja di hati kita yang ada adalah kebajikan dan senantiasa ingin berbagi, dengan sendirinya pikiran kita hanya terisi bagaimana bisa berbagi kesadaran atau kebajikan dengan orang lain. Jika kita selalu ingin berbagi kebahagiaan, sering kita tanpa sadar melupakan segala sesuatu yang 'menurut' anggapan orang menyakitkan diri kita. Sakit atau tidak itu sangat relatif sesungguhnya. Bisa saja menurut orang lain sakit, tapi bagi kita tidak merasakan sakit perasaan. Memperhatikan hal ini sesungguhnya sakitnya perasaan atau tidak ...

Perpustakaan sebagai Gerbang Kebudayaan

Julius Caesar, sang Raja Roma, pernah menyerang ke Mesir. Namun, ternyata Mesir memiliki tentara yang amat kuat. Saking kuatnya, dia beserta pasukannya terjepit. Dalam keadaan terjepit itulah Caesar memiliki ide untuk menghindari tentara musuh, yaitu dengan cara membakar perpustakaan besar Mesir yang bernama Bibliotheca Alexandria. Ternyata Caesar berhasil meloloskan diri dari kepungan tentara Mesir. Rupanya dia tahu betul bahwa orang-orang Mesir sangat menghargai perpustakaannya. Dari cerita di atas, tersirat bahwa perpustakaan yang berisi buku dan arsip yang pada waktu itu tercatat sejumlah 700.000 gulungan papirus merupakan sesuatu yang sangat berharga. Bahkan harganya jauh lebih tinggi dari seorang Raja Roma sehingga mereka rela meloloskan musuhnya demi untuk menyelamatkan perpustakaan yang terbakar. Perpustakaan adalah gerbang kebudayaan yang luas,begitulah Greenhalgh dan Worpole mendefinisikan perpustakaan.Tampaknya Mesir saat itu sadar melalui perpustakaan kebudayaan ya...

Kecerdasan dan kepintaran.........

Gampang mengucapkan, sangat sulit melakukan. Tapi bukan tidak mungkin..... Mungkin kebanyakan orang agak bingung membedakan antara cerdas dan pintar/pandai. Bagi saya seseorang dikatakan cerdas jika ia mampu bertindak secara tepat. Mengapa mesti bertindak secara tepat bukan benar? Kebenaran sangat tergantung dengan personalnya. Namun bukan yang disebut kebenaran mutlak. Inipun jika orang sudah memahami esensi kehidupan. Suatu tindakan yang tepat sangat dipengaruhi keadaan saat itu. Misal, seseorang dikatakan benar dalam melakukan pembunuhan jika ia berprofesi sebagai tentara dan saat ia melakukan pembunuhan dalam suasana peperangan. Namun jika seseorang melakukan pembunuhan dengan alasan membela agama, ini tidak tepat. Karena agama tidak mengajarkan hal itu, pembunuhan. Yang diajarkan adalah mengasihi sesama dan memelihara kehidupan. Seseorang yang berprofesi sebagai tentara memiliki tugas membela negara. Dan untuk itu ia tidak memiliki pilihan lain kecuali berperang di sa...