Gampang mengucapkan, sangat sulit melakukan. Tapi bukan tidak
mungkin.....
Mungkin kebanyakan orang agak bingung membedakan antara
cerdas dan pintar/pandai. Bagi saya seseorang dikatakan cerdas jika ia mampu
bertindak secara tepat. Mengapa mesti bertindak secara tepat bukan benar?
Kebenaran sangat tergantung dengan personalnya. Namun bukan yang disebut
kebenaran mutlak. Inipun jika orang sudah memahami esensi kehidupan.
Suatu tindakan yang tepat sangat dipengaruhi keadaan saat
itu. Misal, seseorang dikatakan benar dalam melakukan pembunuhan jika ia
berprofesi sebagai tentara dan saat ia melakukan pembunuhan dalam suasana
peperangan. Namun jika seseorang melakukan pembunuhan dengan alasan membela
agama, ini tidak tepat. Karena agama tidak mengajarkan hal itu, pembunuhan.
Yang diajarkan adalah mengasihi sesama dan memelihara kehidupan.
Seseorang yang berprofesi sebagai tentara memiliki tugas
membela negara. Dan untuk itu ia tidak memiliki pilihan lain kecuali berperang
di saat negara dalam ancaman bahaya. Di medan pertempuran hanya ada dua
pilihan, membunuh atau dibunuh waktu berlangsung pertempuran. Namun tentara
yang sama jika melakukan pembunuhan bukan dalam suasana perang, ia bisa
dihukum. Karena ia melakukan tindakan yang tidak tepat.
Ketepatan bertindak inilah yang saya maksudkan dengan
kecerdasan. Lain halnya dengan pintar atau pandai. Seseornag yang pintar/pandai
sering menggunakan kepintarannya untuk melakukan perbuatan yang menguntungkan
kelompok, golongan maupun diri sendiri. Ia akan menghalalkan segala cara untuk
memenangkan kelompoknya. Jadi kelompok pintar ini lebih mementingkan kemenangan
kelompoknya, walaupun mesti melakukan tindakan yang berlawanan dengan peraturan
dan kemanusiaan.
Mereka yang cerdas memahami benar tindakannya. Mereka
bertindak secara responsif bukan reaktif.
Cerdas dalam kehidupan berarti memahami tujuan kelahiran.
Mengapa mesti lahir dan apa perannya? Setiap manusia yang lahir di bumi ini
memiliki tujuan yang satu dan sama, hidup abadi. Kematian badan tidak
mengakhiri kehidupan. Yang musnah hanya sebatas badan. Cara berpikir dan
jiwanya tetap hidup. HIdup secara cerdas berarti bisa hidup selaras dengan
alam. Karena ia sadar betul bahwa dirinya tidak bisa terpisah dari perubahan
alam. Untuk selaras atau harmony dengan alam, ia mesti mampu
menciptakan kedamaian (peace) dan cinta dalam dirinya. Keselarasan bisa
tercipta jika dan jika dalam diri seseorang ada peace and love.
Cerdas dikaitkan dengan intelejensia. Dan intelejensia
memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan bukan keinginan. Dan pada umumnya
sring digabungkan menjadi kecerdasan intelejensia. Bukan kepintaran
intelejensia.
Dengan kata lain, hidup secara cerdas adalah hidup yang
selaras dengan semesta.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar